Text
Joko Kendil
Kelahiran Anak yang Unik: Kisah ini menceritakan tentang seorang janda miskin yang melahirkan seorang anak laki-laki dengan bentuk tubuh yang aneh. Tubuhnya menyerupai kendil (periuk tanah liat yang biasa digunakan untuk memasak nasi atau jamu). Karena bentuk fisiknya tersebut, ia dinamai Joko Kendil. Meskipun bentuk tubuh anaknya tidak biasa, sang ibu tetap merawat dan menyayanginya dengan sepenuh hati.
Lamaran yang Mengejutkan: Joko Kendil tumbuh menjadi pemuda yang jenaka, cerdas, dan berhati baik. Suatu hari, ia mengutarakan keinginan yang membuat ibunya terkejut setengah mati: ia ingin meminang salah satu putri raja. Meski merasa minder dan takut dihukum oleh raja karena kasta dan fisik mereka, sang ibu tetap memberanikan diri menemui raja demi kebahagiaan putranya.
Pilihan Sang Putri: Raja yang bijaksana tidak langsung menolak lamaran tersebut. Ia menyerahkan keputusan kepada ketiga putri cantiknya. Putri sulung (Dewi Melati) dan putri kedua (Dewi Mawar) menolak dengan ketus dan mengejek fisik Joko Kendil. Namun secara mengejutkan, putri bungsu yang bernama Dewi Sedap Malam menerima lamaran tersebut dengan tulus. Ia melihat kebaikan hati dan ketulusan jiwa Joko Kendil, bukan bentuk fisiknya. Pernikahan pun digelar, meski Dewi Sedap Malam harus menahan cemoohan dari kedua kakaknya.
Rahasia di Balik Kendil: Beberapa waktu kemudian, kerajaan mengadakan perlombaan ketangkasan dan olahraga. Joko Kendil meminta izin tidak hadir karena sakit. Saat perlombaan berlangsung, tiba-tiba muncul seorang kesatria yang sangat tampan, gagah, dan sakti menunggangi kuda. Kedua kakak Dewi Sedap Malam langsung mengejek adiknya, membandingkan suaminya yang berbentuk kendil dengan kesatria tampan tersebut. Dewi Sedap Malam yang bersedih kemudian pulang ke kamar.
Pecahnya Periuk Misterius: Di dalam kamar, Dewi Sedap Malam menemukan sebuah kendil kosong yang tergeletak. Karena kesal dan sedih atas hinaan kakak-kakaknya, ia membanting kendil tersebut hingga hancur. Tiba-tiba, kesatria tampan dari arena perlombaan tadi muncul di hadapannya. Ternyata kesatria itu adalah Joko Kendil sendiri. Ia menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang pangeran yang dikutuk menjadi kendil, dan kutukan itu hanya bisa patah jika ada putri raja yang tulus menikahinya dan periuknya hancur. Akhirnya, mereka hidup bahagia, dan kedua kakaknya merasa sangat malu atas kesombongan mereka
Tidak tersedia versi lain